JAMBI, Zoom Fakta – Di tengah duka kehilangan Kasmiadi, keluarga menyampaikan apresiasi kepada jajaran INAFIS Polres Batang Hari dan Polsek Muara Tembesi yang menangani penemuan sisa tulang manusia di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari.
Apresiasi itu disampaikan setelah keluarga memastikan sisa tulang manusia yang ditemukan di kawasan RT 04, Lingkungan 2, Kelurahan Kampung Baru, merupakan Kasmiadi, pria asal Desa Modong, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Supriadi, adik kandung Kasmiadi, menyampaikan terima kasih kepada kepolisian, khususnya Kapolsek Muara Tembesi IPTU Sugeng beserta anggotanya. Menurut dia, pelayanan dan bantuan kepolisian sangat berarti bagi keluarga, terutama dalam proses evakuasi hingga pemakaman.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolsek Muara Tembesi IPTU Sugeng, Kabupaten Batang Hari, yang telah memberikan pelayanan dan membantu pemakaman saudara kami. Semoga kasus ini dapat diungkap sampai ke akar-akarnya,” kata Supriadi kepada Zoom Fakta, Minggu (27/9/2026).
INAFIS Olah TKP dan Evakuasi
Sisa tulang manusia ditemukan pada Kamis (24/9/2026) di kawasan perkebunan Kelurahan Kampung Baru.
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian mendatangi lokasi. Tim INAFIS Polres Batang Hari kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penggalian, serta evakuasi sisa tulang manusia.
Penanganan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti terkait temuan tersebut.
Keluarga kemudian memastikan identitas sisa tulang itu sebagai Kasmiadi. Menurut Supriadi, proses autopsi telah dilakukan sebelum jenazah dimakamkan keluarga pada Minggu (27/9/2026).
Identitas Terungkap, Penyebab Kematian Masih Ditunggu
Kasmiadi diketahui pernah tinggal di wilayah RT 13, Kecamatan Muara Tembesi, dan bekerja sebagai buruh. Menurut keterangan keluarga, ia diperkirakan telah tinggal di wilayah tersebut sekitar satu tahun.
Kasmiadi juga disebut pernah mengikuti kegiatan Jamaah Tabligh. Sebelum menetap di Muara Tembesi, ia sempat merantau ke sejumlah daerah, termasuk Bangka Belitung.
Meski identitas almarhum telah dipastikan keluarga, penyebab kematiannya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Supriadi berharap kepolisian dapat mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian kakaknya berdasarkan fakta dan alat bukti.
“Kami minta bantuan agar pembunuh kakak saya cepat tertangkap,” ujar Supriadi.
Pernyataan tersebut merupakan harapan keluarga. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi kepolisian yang menyimpulkan penyebab kematian Kasmiadi atau memastikan adanya tindak pidana pembunuhan.
Keluarga Minta Penyelidikan Berlanjut
Keluarga mengapresiasi langkah kepolisian dalam menangani temuan tersebut. Namun, apresiasi itu sekaligus disertai harapan agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan profesional.
Setiap petunjuk, menurut keluarga, perlu diperiksa untuk memastikan kronologi kejadian, penyebab kematian, serta ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
Jika nantinya alat bukti menunjukkan adanya tindak pidana, keluarga berharap pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum.
Bagi keluarga Kasmiadi, kepastian identitas merupakan satu tahap penting. Mereka masih menunggu jawaban mengenai bagaimana Kasmiadi meninggal dan apa yang sebenarnya terjadi sebelum jasadnya ditemukan.
Hingga berita ini diterbitkan, penyelidikan kepolisian masih berlangsung. Zoom Fakta membuka ruang bagi pihak kepolisian untuk memberikan keterangan dan perkembangan resmi terkait penanganan perkara tersebut.
Wartawan: Sabli














