BATANG HARI – Aktivitas angkutan batu bara yang melintasi ruas jalan nasional di Kabupaten Batang Hari mulai dirasakan berdampak pada meningkatnya perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejumlah pedagang dan pemilik usaha mengaku pendapatan mereka meningkat sejak truk angkutan batu bara kembali ramai beroperasi, terutama pada malam hari di kawasan Muara Bulian dan sekitarnya.
Ajo, pedagang pecel lele di Val limo Muara Tembesi, mengatakan warung miliknya kini lebih ramai dikunjungi sopir truk yang singgah untuk makan dan beristirahat.
“Kalau malam sekarang lebih ramai. Banyak sopir mampir makan, jadi pendapatan ikut naik,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Hal serupa disampaikan Ucok, pemilik bengkel di Batang Hari. Ia mengaku jumlah kendaraan yang datang untuk servis ringan dan tambal ban mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.
Aktivis Batang Hari, Boy BF, menilai aktivitas angkutan batu bara secara tidak langsung membantu menggerakkan ekonomi masyarakat kecil, mulai dari warung makan, bengkel, hingga usaha tambal ban di sepanjang jalur nasional.
Meski demikian, ia mengingatkan perusahaan angkutan dan para sopir agar tetap mematuhi aturan lalu lintas serta jam operasional yang telah ditetapkan pemerintah demi menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Ekonomi masyarakat memang bergerak, tetapi keselamatan dan ketertiban di jalan tetap harus menjadi prioritas,” katanya.
Warga berharap aktivitas angkutan batu bara tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan masyarakat kecil di Kabupaten Batang Hari.
Jurnalis: SABLI













