JAMBI – Masyarakat Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, kembali menggelar tradisi Sedekah Bubur Merah Putih, Selasa (4/8). Tradisi turun-temurun ini menjadi wujud syukur sekaligus upaya melestarikan adat dan budaya.
Sedekah Bubur merupakan kearifan lokal yang mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong, serta doa bersama untuk keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan masyarakat.
Dalam kegiatan yang dipusatkan di Kelompok Tani Sawah Pulau Tembesu, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief meminta peningkatan sistem irigasi guna mendukung produktivitas pertanian. Ia juga menyatakan pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk mengembangkan potensi wisata Desa Pasar Terusan.
Kepala Desa Pasar Terusan, Hidayat, mengatakan Sedekah Bubur Merah Putih merupakan warisan leluhur yang terus dipertahankan sebagai identitas budaya desa.
Acara diawali dengan sambutan, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin, tahlil, doa bersama, dan ramah tamah. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, Koramil Muara Bulian, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga.
Pemerintah daerah menyebut pembangunan jalan penghubung Desa Pasar Terusan dengan Desa Rantau Kapas Tuo dan Desa Rantau Kapas Mudo mulai mendorong perekonomian warga, termasuk aktivitas UMKM.
Selain tradisi Sedekah Bubur, Desa Pasar Terusan juga memiliki hamparan persawahan dan kawasan Pulau Pasir Panjang yang menjadi daya tarik wisata alam, terutama untuk menikmati panorama matahari terbenam.
Reporter: ZF














