JAMBI — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Batang Hari sekaligus Pimpinan Redaksi media online HarimauSangkilan.com, Amir Hamzah, mengajak masyarakat merawat persatuan dan memperkuat kesadaran dalam menyikapi arus informasi yang semakin deras.

Menurut Amir, momentum kemerdekaan tidak cukup diperingati melalui seremoni dan perayaan. Kemerdekaan, kata dia, juga perlu diisi dengan tanggung jawab sosial, karya, pengabdian, serta upaya menjaga ruang publik agar tetap sehat dan tidak dipenuhi informasi yang menyesatkan.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan buah dari perjuangan para pahlawan. Tugas kita sebagai insan pers dan bagian dari masyarakat adalah mengisi kemerdekaan dengan karya, keberanian menyuarakan kebenaran, serta komitmen untuk terus mengupas fakta demi kemajuan bangsa,” ujar Amir.

Ia mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Berita dapat diterima dalam hitungan detik melalui portal berita, media sosial, maupun berbagai platform digital. Di satu sisi, perubahan tersebut memperluas akses masyarakat terhadap informasi. Namun, di sisi lain, kecepatan distribusi informasi juga membawa persoalan baru.

Informasi yang belum terverifikasi dapat dengan mudah beredar dan dikonsumsi masyarakat. Jika tidak disikapi secara kritis, informasi keliru, disinformasi, dan hoaks berpotensi memunculkan prasangka, memperbesar konflik, bahkan mengganggu hubungan sosial di tengah masyarakat.

Karena itu, Amir mengingatkan pentingnya membangun budaya literasi informasi. Masyarakat, menurut dia, tidak semestinya hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa sumber, memahami konteks, dan membandingkan informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.

“Jangan sampai kemudahan teknologi justru membuat kita mudah terpecah karena informasi yang belum tentu benar. Saring informasi sebelum membagikannya. Periksa sumbernya dan jangan terburu-buru mengambil kesimpulan,” katanya.

Pers sebagai Penjaga Ruang Publik

Amir menilai pers memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas informasi publik. Dalam sistem demokrasi, pers bukan semata-mata sarana penyampai kabar, melainkan juga memiliki fungsi kontrol sosial, pendidikan, dan penyedia informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Karena itu, kerja jurnalistik tidak boleh hanya mengejar kecepatan. Akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi tetap menjadi bagian penting dalam setiap pemberitaan.

Menurut Amir, setiap informasi yang hendak dipublikasikan harus melewati proses jurnalistik yang memadai. Wartawan perlu memastikan fakta, melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, serta memberikan ruang yang proporsional kepada pihak yang disebut dalam suatu pemberitaan.

“Kebenaran informasi harus menjadi pijakan utama dalam kerja jurnalistik. Pers harus tetap berpihak pada kepentingan publik, menjunjung kode etik jurnalistik, melakukan verifikasi, serta memberikan ruang yang adil bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan suatu pemberitaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberanian pers dalam mengungkap fakta harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Kritik terhadap kebijakan atau persoalan publik, kata dia, tetap harus disampaikan berdasarkan data dan fakta, bukan prasangka atau kepentingan tertentu.

Bagi Amir, pers yang kuat bukan pers yang sekadar ramai memberitakan sebuah peristiwa, melainkan pers yang mampu membantu masyarakat memahami persoalan secara utuh. Karena itu, kualitas pemberitaan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap media.

Menjaga Persatuan di Era Digital

Amir juga mengajak masyarakat Kabupaten Batang Hari dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk menjadikan media sosial sebagai ruang komunikasi yang produktif. Perbedaan pendapat, menurut dia, merupakan bagian dari kehidupan demokrasi dan tidak semestinya menjadi alasan untuk memutus persaudaraan.

“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu menghilangkan persaudaraan. Persatuan harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun perbedaan pilihan,” katanya.

Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat. Kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu bangsa, kata Amir, perlu dijaga dengan sikap saling menghormati, memperkuat gotong royong, dan menjaga ketertiban di ruang nyata maupun ruang digital.

Menurut dia, tantangan menjaga persatuan saat ini tidak hanya datang dari persoalan sosial dan ekonomi, tetapi juga dari derasnya arus informasi. Karena itu, ketahanan informasi menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang demokratis.

“Kemerdekaan harus kita isi dengan sesuatu yang bermanfaat. Bagi insan pers, salah satunya adalah menyajikan informasi yang benar dan bertanggung jawab. Bagi masyarakat, salah satunya adalah menjadi pembaca yang kritis dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Amir.

Mewakili jajaran PWRI Kabupaten Batang Hari serta redaksi dan manajemen HarimauSangkilan.com, Amir Hamzah menyampaikan ucapan selamat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan bukan hanya sebagai momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga sebagai pengingat untuk terus membangun bangsa melalui kerja, persatuan, dan tanggung jawab.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita rawat persatuan, jaga kerukunan, saring informasi sebelum membagikannya, dan bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan karya serta kontribusi positif bagi bangsa dan negara.”

Reporter: Sabli

Reporter: admin