JAMBI – Di negeri yang sedang digempur racun bernama narkotika, pekerjaan polisi bukanlah sekadar mengenakan seragam, berdiri gagah di podium, lalu puas dengan tepuk tangan seremoni. Sebab, di balik setiap paket sabu yang dimusnahkan, ada generasi yang nyaris dirampas masa depannya.
Itulah pesan yang mengemuka saat Kepolisian Daerah Jambi melalui Direktorat Reserse Narkoba memusnahkan sejumlah barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus besar di Provinsi Jambi, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi, Krisno Halomoan Siregar. Di hadapan jajaran Ditresnarkoba, ia memberi apresiasi atas kerja keras aparat di bawah kepemimpinan Dewa Made Palguna. Namun, pujian itu tidak dibiarkan berubah menjadi rasa puas diri.
Kapolda justru mengingatkan bahwa perang melawan narkotika bukan pekerjaan yang selesai dalam satu pengungkapan kasus. Menurutnya, aparat tidak boleh lengah, sebab jaringan peredaran narkoba bekerja rapi, senyap, dan terus mencari celah di tengah masyarakat.
“Teruslah bekerja, karena menjadi polisi bukan sekadar profesi, tetapi ada kepentingan yang lebih besar. Bekerja sama itu penting,” tegasnya.
Bagi Kapolda, keberhasilan memberantas narkotika tidak lahir dari kehebatan satu orang. Ia menilai, pengungkapan kasus besar hanya dapat dilakukan melalui kerja sama yang kuat, baik antara anggota kepolisian maupun dengan lembaga lain hingga jaringan internasional.
Dalam arahannya, ia turut mengutip pandangan motivator kepemimpinan Simon Sinek tentang pentingnya kepercayaan dalam sebuah tim.
“A team is not a group of people who work together. A team is a group of people who trust each other,” ujarnya.
Kalimat itu bukan sekadar kutipan asing yang diperdengarkan di ruang acara. Di tangan seorang pemimpin, kepercayaan adalah pondasi. Tanpa kepercayaan, aparat hanya akan menjadi kumpulan orang berseragam yang berjalan sendiri-sendiri.
Kapolda juga mengakui dirinya kerap berulang kali mengingatkan pentingnya disiplin dan kekompakan kepada jajaran.
“Sampai kalian lelah mendengarnya, tidak apa-apa saya sampaikan terus. Kita bekerja sebagai tim,” katanya.
Teguran itu, menurutnya, bukan untuk menjatuhkan, melainkan menjaga agar institusi tidak tertidur di tengah ancaman narkotika yang terus mengintai masyarakat Jambi.
Jurnalis: SABLI













