Rabu, 2 April 2025, Muara Tembesi – Sebuah insiden tawuran yang melibatkan pemuda dari Desa Tanjung Pasir dan Desa Sungai Pule, Kecamatan Muara Tembesi, Jambi, telah memicu ketegangan di antara warga setempat.
Peristiwa ini, yang terjadi di tengah suasana Idul Fitri, menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih lanjut.
Menurut informasi yang dihimpun dari percakapan daring warga setempat, tawuran ini dipicu oleh pengeroyokan terhadap seorang pemuda bernama anak Ayuk beti, yang merupakan warga Sungai Pule. Pelaku pengeroyokan diduga berasal dari Desa Tanjung Pasir.
“Korban sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, dan saat ini sedang menunggu tindakan lebih lanjut,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Situasi semakin memanas setelah beredar kabar bahwa beberapa pelaku pengeroyokan membawa senjata tajam jenis samurai. Warga pun mendesak pihak kepolisian untuk segera bertindak tegas.
“Kami berharap polisi segera menangkap para pelaku, terutama yang membawa senjata tajam. Ini sudah masuk tindak kriminal,” kata Okta Verii, seorang warga yang aktif di media sosial.
Okta Verii, sendiri menyatakan kekesalannya dan berencana menunggu para pelaku di seberang pasar, jika mereka belum ditangkap oleh polisi. Hal ini semakin meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya bentrokan susulan.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi terjadi di suasana lebaran. Seharusnya kita saling memaafkan, bukan malah membuat keributan,” tutur YH, warga lainnya.
Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan terkait kejadian ini dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Mereka mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi.
“Kami sedang menangani kasus ini dengan serius. Kami mengimbau warga untuk tidak main hakim sendiri dan mempercayakan penegakan hukum kepada pihak berwenang,” ujar seorang petugas kepolisian yang dihubungi melalui telepon.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Jambi, dan diharapkan pihak berwenang dapat segera menyelesaikan kasus ini untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih besar.
(Sabli)














