JAMBI – Dugaan Samadani agaknya tak kuasa menahan godaan angka nol di balik bisnis lahan. Kepala Desa Muara Singoan, Kabupaten Batanghari ini kini harus meringkuk dalam jeratan hukum setelah dugaan praktik jual beli tanah fiktif senilai miliaran rupiah yang ia lakoni terendus pihak berwajib.

Alih-alih menjadi pelindung aset desa, Samadani diduga menggunakan jabatannya untuk menyulap lahan seluas 110 hektare menjadi komoditas pribadi. Modusnya terbilang nekat: ia membubuhkan tanda tangan di atas ratusan Surat Sporadik Jual Beli demi meyakinkan pembeli bahwa lahan tersebut “bersih” dan siap digarap. Padahal, di atas tanah itu, hak warga lokal masih melekat kuat.

Sengketa di Atas Kertas Sporadik

Skandal ini pecah saat pembeli mulai menagih janji fisik atas investasi besarnya. Untuk memuluskan siasat, Samadani menerbitkan dokumen sporadik secara masif. Namun, kepalsuan itu tersingkap saat alat berat hampir menyentuh tanah warga.

Sejumlah pemilik lahan asli meradang. Mereka terperanjat mendapati lahan milik mereka mendadak diklaim pihak lain tanpa pernah ada transaksi sepeser pun.

“Kami tidak pernah menjual, tapi tiba-tiba ada orang mau menggarap. Ini aneh,” ujar salah satu warga yang lahannya dicatut dalam transaksi tersebut.

Meski sempat mencoba meredam gejolak dengan janji tanggung jawab, posisi Samadani semakin tersudut. Pada Februari 2026, gelombang laporan dari pembeli yang merasa tertipu dan warga yang lahannya dicaplok resmi mendarat di meja penyidik Polda Jambi.

Innova di Tengah Sengketa

Gaya hidup Samadani pun kini masuk dalam radar sorotan. Warga setempat mencatat adanya perubahan drastis pada aset pribadi sang kades, termasuk kepemilikan dua unit mobil, di mana salah satunya adalah Toyota Innova varian terbaru. Muncul dugaan kuat bahwa kemewahan instan tersebut merupakan hasil dari “uang panas” komisi lahan fiktif.

Hingga laporan ini disusun, batang hidung Samadani tak kunjung tampak. Upaya konfirmasi yang dilakukan berulang kali selalu menemui jalan buntu; sang kades seolah raib ditelan bumi tepat saat skandalnya mulai benderang ke publik.

Apakah Anda ingin saya mempertajam bagian tertentu, seperti analisis hukum atau pendalaman latar belakang sengketa lahan di Jambi?

Jurnalis: SABLI

Sumber berita di langsir dari: Wartawan Bhayangkara Magazine

Reporter: admin