Muara Tembesi, Zoomfakta.com – Pada Minggu, 20 Juli 2025, sekitar pukul 21.00 WIB, warga Dusun Bukit Paku, Muara Tembesi, Batanghari, Jambi, melakukan pemblokiran jalan menuju PT Indosawit Inti Subur (IIS) PMB Asian Agri. Aksi ini merupakan bentuk protes atas debu tebal yang dihasilkan oleh lalu lintas kendaraan operasional perusahaan, yang dinilai sangat mengganggu dan mengotori rumah-rumah warga Desa Pelayangan yang dilintasi.
Warga menilai perusahaan kelapa sawit yang telah beroperasi sejak tahun 1996 ini abai terhadap lingkungan, khususnya di jalur yang dilintasi truk pengangkut CPO, cangkang sawit, pupuk, dan karnel. Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT IIS juga dianggap tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas perusahaan.
Tindak Lanjut Perusahaan dan Respons Warga Bukit Paku, Menanggapi aksi warga, Kades Sutiono menyampaikan bahwa pihak PT Indosawit Inti Subur PMB Asian Agri Maro Sebo Ilir melalui KTU Chobar telah menjumpai warga Dusun Bukit Paku untuk berunding. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan memberikan penjelasan kepada pemuda Karang Taruna Dusun Bukit Paku mengenai rencana penyiraman jalan berdebu yang dilintasi armada mobil perusahaan.
“Pihak PT IIS Asian Agri akan memfasilitasi penyiraman debu tebal di jalan tersebut. Harapannya, hal ini dapat memberikan kenyamanan bagi warga setempat yang dilewati armada mobil PT IIS Asian Agri. Pemuda dan masyarakat setempat juga akan mengambil peran penting dalam menjaga lingkungan sekitar,” terangnya.
Insiden Debu Sebelumnya: Protes Warga Desa Tidar Kuranji, Dikutip dari media Newsland.id, insiden debu tebal akibat aktivitas PT IIS Asian Agri ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada Rabu, 12 Februari 2025, warga Desa Tidar Kuranji juga memblokade jalan perlintasan PT IIS Asian Agri di Maro Sebo Ilir. Selain masalah debu tebal saat musim kemarau yang mengganggu pandangan, jalan tersebut juga kerap berlumpur dan licin saat musim hujan, sehingga menghambat akses anak-anak sekolah.
Mobil angkutan CPO milik PT Asian Agri Group (PT IIS) yang melintas dari Dusun Bukit Paku, Kecamatan Muara Tembesi, hingga ke Desa Tidar Kuranji, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari, Jambi, memang telah lama menimbulkan polemik di masyarakat sekitar.
Mediasi di Desa Tidar Kuranji dan Tuntutan Warga, Merespons pemblokiran tersebut, pihak Desa Tidar Kuranji akhirnya memediasi pertemuan antara warga dengan pihak perusahaan. Rapat mediasi diadakan di Balai Desa Tidar Kuranji.
Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Desa Tidar Kuranji Irwan Sardi, Ketua Pemuda, Ketua Karang Taruna, serta perwakilan dari Polsek Maro Sebo Ilir, Kanit Reskrim Ipda Rudi Sugara.
Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Tidar Kuranji menyampaikan keluhan warga terkait dampak negatif debu dari mobil angkutan CPO. “Kami sudah bosan dengan keadaan jalan yang berdebu akibat dari angkutan CPO ini. Padahal sebelumnya kami sudah melakukan kesepakatan melalui MoU agar kondisi jalan yang berdebu supaya disiram. Akan tetapi, setiap pergantian pimpinan perusahaan, MoU itu harus diulang-ulang,” ungkap Kepala Desa. Ia juga menekankan bahwa masalah debu ini menyangkut kesehatan masyarakat.
Sebagai hasil rapat, Kepala Desa Tidar Kuranji bersama warga meminta pihak perusahaan Asian Agri untuk menyelesaikan polemik ini dalam waktu satu minggu ke depan. Jika tidak ada tindakan nyata, warga mengancam akan menutup total jalan tersebut agar tidak lagi dilintasi oleh kendaraan perusahaan. Tuntutan utama warga Desa Tidar Kuranji adalah agar perusahaan melakukan penyiraman rutin terhadap jalan yang dilewati oleh mobil angkutan CPO, mengingat dampaknya yang sangat besar bagi lingkungan sekitar jalan poros tersebut.
Pihak perusahaan menyatakan akan berupaya memenuhi permintaan warga dan diberikan tenggang waktu satu minggu untuk menyelesaikan masalah ini. (Sabli)














