TEBO – Kesunyian di tepian Sungai Batanghari pecah oleh pekikan minta tolong pada Senin dini hari, 23 Maret 2026. Abdul Hafis, pria asal RT 05 Dusun Lingkar Nago, Desa Muaro Ketalo, dilaporkan hilang setelah tubuhnya dan sepeda motor yang ia tunggangi raib ditelan arus sungai yang sedang garang.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga Tebo Ilir masih terlelap. Hafis, yang kala itu sedang menunggu perahu penyeberangan untuk membelah sungai, diduga kehilangan keseimbangan.

Terpeleset ke Palung Sungai

Saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan detik-detik mencekam tersebut sebagai kecelakaan yang sangat cepat. Hafis diduga terpeleset dari bibir sungai yang licin. Upaya warga sekitar untuk meraih tangan atau pakaian korban sia-sia; arus Batanghari yang pekat dan deras lebih dulu menyeretnya ke kedalaman.

“Korban tiba-tiba terjatuh. Tidak ada tanda-tanda keributan sebelumnya, murni kecelakaan karena terpeleset saat menunggu penyeberangan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tebo Ilir, Ipda Priyadi, mewakili Kapolsek AKP Adha Fristanto.

Arus Deras Menghambat Evakuasi

Hingga Senin siang, bibir sungai Muaro Ketalo masih dipadati warga dan petugas. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Tebo, BPBD, TNI, hingga Polri bahu-membahu menyisir area koordinat jatuhnya Hafis.

Komandan Regu BPBD Tebo, Heriadi, mengakui bahwa debit air dan kecepatan arus menjadi tantangan utama.

“Kami fokus pada penyisiran dari titik jatuh hingga ke arah hilir. Kondisi arus sungai saat ini cukup menyulitkan proses evakuasi,” kata Heriadi.

Alarm bagi Warga Bantaran

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi warga di sepanjang aliran sungai terpanjang di Sumatra tersebut. Camat Tebo Ilir, Yanto, bersama pihak kepolisian segera mengeluarkan peringatan keras bagi para pengguna transportasi air.

Mengingat debit air Batanghari yang kerap fluktuatif dan tak terduga, kewaspadaan di titik-titik penyeberangan kini menjadi harga mati. Sementara itu, di tengah deburan air sungai, harapan keluarga Hafis masih bergantung pada tim penyelamat yang terus berpacu dengan waktu.

Jurnalis: SABLI

Reporter: admin