MUARA BULIAN – Kabar duka menyelimuti warga Batanghari petang ini. Ade Ambon, atau yang akrab disapa Uda Ade, dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hamba Muara Bulian, Jambi, pada Selasa, 3 Maret 2026.
Uda Ade mengembuskan napas terakhirnya tepat pukul 19.00 WIB. Hingga saat ini, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab medis kematiannya demi menjaga privasi almarhum. Namun, fokus utama saat ini bergeser pada upaya mendesak untuk menghubungi kerabat terdekatnya.
Pencarian Pihak Keluarga
Jenazah saat ini masih berada di ruang pemulasaraan RSUD Hamba. Menurut informasi yang dihimpun, koordinasi cepat sangat diperlukan karena keberadaan keluarga inti almarhum belum dapat dipastikan di lokasi.
Informasi awal menyebutkan bahwa kerabat Uda Ade kemungkinan besar berada di wilayah Tembesi. Petugas rumah sakit dan rekan-rekan almarhum terus berupaya menyebarkan informasi ini agar proses pemakaman dapat segera dilakukan sesuai protokol dan keinginan keluarga.
“Kami berharap siapa pun yang mengenal keluarga beliau di Tembesi agar segera menginformasikan posisi jenazah di RSUD Hamba saat ini,” ujar salah satu rekan almarhum di lokasi.
Kepergian Uda Ade menyisakan kesedihan bagi rekan-rekannya yang mengenal sosoknya sebagai figur yang familiar di lingkungan sekitarnya.
Selasa, 3 Maret 2026 19.00 WIB Innalillahi wa innailaihi rajiun.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Izin menginformasikan kabar duka kepada rekan-rekan semua. Telah berpulang ke rahmatullah saudara kita, Uda Ade (Ade Ambon), di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Bulian.
Apakah ada rekan-rekan yang saat ini sedang berada di sekitar RSUD Muara Bulian? Mohon bantuannya, terutama bagi rekan-rekan yang berada di wilayah Tembesi, untuk dapat segera mengabarkan berita duka ini kepada pihak keluarga beliau.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin.
Doa Utama (Singkat)
Jika Anda ingin yang ringkas namun padat makna, doa ini adalah yang paling sering dibaca saat salat jenazah (setelah takbir ketiga):
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Latin: Allahummaghfir-lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari siksa kubur), dan maafkanlah kesalahannya.”
Doa yang Lebih Lengkap
Untuk doa yang lebih mendalam, Anda bisa menyambungnya menjadi:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ
Latin: Allahummaghfir-lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-maa-i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa naqqaitats-tsaubal abyadha minad-danas.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat persinggahannya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air, salju, dan air es. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran.”
Reporter: Sabli














