Batanghari, zoom fakta – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang Hari, yang melarang takbir keliling pada malam Idul Fitri, telah memicu polemik di tengah masyarakat. Tradisi takbir keliling, yang selama ini menjadi simbol kemenangan umat Islam setelah berpuasa selama sebulan, dinilai oleh masyarakat sebagai kegiatan yang aman dan tertib, terutama dengan adanya pengawalan dari pihak kepolisian.

Alasan Penolakan Masyarakat
Masyarakat Batang Hari merasa keberatan dengan keputusan tersebut. Mereka berpendapat bahwa takbir keliling merupakan bagian penting dari perayaan keagamaan dan budaya lokal. Selain itu, masyarakat menilai bahwa kondisi daerah yang selama ini aman dan penuh toleransi seharusnya tidak menjadi alasan adanya larangan tersebut. Beberapa pihak bahkan membandingkan kebijakan ini dengan pembatasan yang terjadi selama pandemi COVID-19.

Tuntutan Masyarakat
Masyarakat meminta agar surat edaran yang melarang takbir keliling dicabut atau direvisi. Mereka juga mendesak Sekda untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas terkait dasar dan pertimbangan kebijakan tersebut. Selain itu, masyarakat berharap bahwa tradisi ini dapat tetap berlangsung dengan pengaturan yang lebih terorganisir, baik oleh pemerintah daerah maupun komunitas masyarakat.

Opini dan Sentimen
Berbagai komentar yang muncul dari masyarakat menunjukkan rasa kecewa dan ketidakpuasan terhadap larangan tersebut. Tidak sedikit yang mempertanyakan alasan dan latar belakang kebijakan, bahkan ada yang mengaitkan dengan isu agama. Masyarakat merasa surat edaran ini janggal dan tidak sejalan dengan aspirasi mereka.

Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap pihak berwenang dapat mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi mereka. Ada harapan bahwa takbir keliling dapat tetap dilaksanakan dengan pengawasan yang memadai sehingga tradisi ini bisa berjalan lancar, aman, dan tertib. Selain itu, adanya acara takbiran yang diatur oleh pemerintah daerah juga diinginkan sebagai solusi alternatif.

Kontroversi ini mencerminkan adanya ketegangan antara kebijakan pemerintah dan tradisi masyarakat yang telah lama mengakar. Semoga keputusan yang diambil nantinya dapat mengakomodasi kepentingan bersama.

(Sabli)

Reporter: admin