Batanghari, 12 Maret 2025 – Kabupaten Batanghari, Jambi, kembali dilanda banjir akibat limpahan air dari Sungai Batang Merangin dan Batang Tebo. Banjir yang telah merendam permukiman warga di sepanjang aliran Sungai Batanghari ini mencapai ketinggian 1 hingga 2 meter, cukup untuk menenggelamkan kawasan pemukiman masyarakat di dataran rendah.
Bencana banjir ini bukan pertama kali terjadi, melainkan sudah menjadi siklus lima hingga sepuluh tahunan akibat intensitas hujan yang tinggi dan buruknya kapasitas hutan untuk menahan luapan air. Seiring dengan meningkatnya perubahan iklim dan penggundulan hutan, bencana ini kian sering melanda kawasan dataran rendah Batanghari.
Bupati Muhammad Fadhil Arief (MFA) menghadiri apel tanggap darurat Hidrometeorologi di Lapangan Garuda Muara Bulian bersama personel gabungan dari SAR, BNPB, Dandim, Polres, Satpol-PP, Damkar, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Batanghari. Dalam apel ini, ia meminta seluruh masyarakat di delapan kecamatan terdampak untuk tetap siaga menghadapi bencana ini.
“Banjir ini merupakan luapan sungai yang akan segera berlalu. Namun, warga harus tetap waspada dan memahami pentingnya membangun permukiman jauh dari dataran rendah untuk meminimalkan dampak banjir. Kita juga harus memikirkan dampak perubahan iklim dan penggundulan hutan yang memengaruhi kondisi alam ini,” jelas MFA dalam sambutannya.
Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kabupaten Batanghari telah menyalurkan tenda-tenda darurat bagi warga yang terdampak banjir. Selain itu, distribusi logistik juga disiapkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama bencana berlangsung.
Pemkab berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga hingga situasi kembali normal.
SABLI














