BATANG HARI — Aparat Kepolisian Resor Batang Hari mulai menyelidiki dugaan peredaran gelap narkotika di Desa Rantau Kapas Mudo, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Jambi. Langkah ini diambil setelah warga RT 06 berulang kali mengeluhkan maraknya aktivitas transaksi barang haram tersebut yang mulai meresahkan lingkungan mereka.

Bhabinkamtibmas Desa Rantau Kapas Mudo, Aiptu Agus Pramono, bersama Tim Opsnal Polres Batang Hari turun ke lokasi pada Rabu, 9 Juli 2026, untuk berdialog langsung dengan warga. Pertemuan ini menyusul laporan dari Kepala Desa setempat yang meneruskan keresahan masyarakat.

“Kami meminta kepolisian bertindak profesional dan transparan. Jangan sampai lingkungan kami rusak karena pembiaran,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya demi alasan keamanan.

Rumah Terduga Bandar Sempat Digeledah

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa Satuan Reserse Narkoba Polres Batang Hari sebenarnya telah menggeledah rumah salah satu warga yang diduga kuat menjadi bandar di wilayah tersebut. Namun, warga menilai pergerakan jaringan narkoba di desa mereka masih menyisakan kecemasan.

Kepolisian berkilah bahwa seluruh tindakan penegakan hukum harus didasarkan pada alat bukti yang sah. Agus Pramono meminta warga tidak ragu memasok informasi sekecil apa pun kepada penyidik untuk memperkuat bukti di lapangan.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam upaya pemberantasan narkoba. Setiap informasi yang disampaikan akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” kata Agus.

Menagih Komitmen Polisi

Kasus di Rantau Kapas Mudo ini menjadi ujian bagi komitmen Polsek Muara Tembesi dan Polres Batang Hari dalam membersihkan wilayahnya dari peredaran gelap narkotika. Selama ini, pola penanganan narkoba di tingkat desa sering kali terbentur pada minimnya perlindungan saksi, sehingga warga takut melapor.

Polsek Muara Tembesi menyatakan bakal memperketat patroli dan berjanji membuka ruang komunikasi yang lebih aman bagi warga yang ingin mengadukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.

Jurnalis: SABLI

Reporter: admin