MUARA TEMBESI, BATANGHARI, JAMBI – Proses penyelaman dan evakuasi material konstruksi fender pengaman Jembatan Tembesi pasca-insiden tabrakan oleh TB Twin Powe TG Labroy telah rampung pada hari ini, Jumat (25/4/2025). Pengangkatan material yang tenggelam ini menjadi langkah krusial dalam persiapan perbaikan struktur jembatan yang mengalami kerusakan.
Pengurus Proyek Pembangunan dan Penggantian Jembatan (PPTB) Andi, bersama dengan tim konsultan perancangan konstruksi dan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Jambi, tampak aktif mengawasi jalannya evakuasi. Koordinasi intensif dilakukan di Pos Pantau MPJ SATGASWASGAKKUM untuk memastikan kelancaran operasi.
“Evakuasi material ini penting untuk membersihkan area kerja dan memastikan tidak ada lagi puing-puing yang menghalangi proses perbaikan,” ujar Andi di lokasi kejadian.
Lebih lanjut, Andi menginformasikan bahwa tahapan selanjutnya adalah memulai perbaikan struktur fender pengaman jembatan. “Pemancangan tiang awal untuk perbaikan dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 2 Mei 2025,” jelasnya.
Material tiang pancang beton yang dibutuhkan untuk perbaikan telah tiba dan siap untuk dipasang.
Proses pengangkatan material yang tenggelam dilakukan dengan menggunakan crane berkapasitas besar. Sementara itu, metode perbaikan yang akan diterapkan adalah dengan memasang tiang pancang beton baru untuk memperkuat kembali fungsi fender pengaman jembatan. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas di Jembatan Tembesi ke depannya.
Insiden tabrakan beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan signifikan pada fender pengaman Jembatan Tembesi, yang merupakan infrastruktur vital bagi mobilitas masyarakat dan perekonomian di wilayah tersebut. Dengan dimulainya proses perbaikan ini, diharapkan kondisi jembatan dapat segera pulih dan berfungsi optimal kembali.
Reporter: Sabli













