MUARA TEMBESI – Polsek Muara Tembesi mengamankan lima pemuda yang diduga terlibat aktivitas geng motor di kawasan Pasar PU, Kelurahan Kampung Baru, Minggu (21/12/2025) dini hari. Selain melakukan penindakan hukum, Kapolsek Muara Tembesi menawarkan solusi unik berupa penyediaan fasilitas olahraga di Mapolsek untuk meredam kenakalan remaja.

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Muara Tembesi, Iptu Sugeng, S.H., tersebut berlangsung sekitar pukul 01.30 WIB. Polisi mengepung sekumpulan pemuda yang tengah berkerumun dan meresahkan warga sekitar.

Barang Bukti dan Pemeriksaan

Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti yang mengindikasikan rencana tindak kekerasan, di antaranya:

• Dua bilah senjata tajam jenis egrek sawit yang telah dimodifikasi.

• Empat unit sepeda motor tanpa pelat nomor polisi.

“Saat ini para pemuda tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Unit Reskrim untuk mendalami kemungkinan keterlibatan dalam tindak pidana lain,” ujar Iptu Sugeng saat memberikan keterangan di hadapan para orang tua pelaku di Mapolsek, Minggu pagi.

Solusi Positif: Fasilitas Mapolsek Terbuka untuk Umum

Iptu Sugeng menekankan bahwa penanganan kenakalan remaja tidak cukup hanya melalui tindakan represif. Ia mengajak orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak di malam hari. Sebagai langkah inklusif, Polsek Muara Tembesi kini membuka diri menjadi ruang kreatif bagi pemuda.

“Kami tidak hanya menangkap, kami memberikan solusi. Di Mapolsek, kami sudah siapkan bimbingan belajar jasmani gratis, lapangan bulu tangkis, tenis meja, hingga voli,” kata Sugeng.

Ia bahkan mempersilakan para pemuda yang memiliki energi berlebih untuk berlatih bela diri secara resmi di lingkungan kantor polisi daripada melakukan aksi anarkis di jalanan. “Silakan datang ke Polsek, semua sarana ini terbuka untuk umum dan gratis,” tambahnya.

Nasib Kelima Pemuda

Terkait status hukum, pihak kepolisian masih melakukan klasifikasi. Jika tidak ditemukan keterlibatan dalam tindak pidana berat seperti pembegalan atau penganiayaan, para pemuda tersebut akan dikembalikan kepada orang tua untuk pembinaan.

“Jika tidak ada unsur pidana lain, mereka akan kami kembalikan agar tetap bisa melanjutkan sekolah. Masa depan mereka masih panjang, jangan sampai hancur karena salah pergaulan,” pungkas Iptu Sugeng.

Hingga saat ini, kelima pemuda tersebut masih menjalani pembinaan mental di Mapolsek Muara Tembesi sambil menunggu hasil penyelidikan final dari Unit Reskrim.

Reporter: Sabli

Reporter: admin