Batanghari, Zoomfakta – Sebuah kolam bekas galian batu-bata menyisakan teka-teki misteri terbunuhnya seorang gadis cantik bernama lengkap Nasifah, yang berusia 20 tahun. Nasifah berasal dari Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi.
Gadis cantik dari Dusun Pematang Lalang ini bekerja di sebuah toko pakaian di wilayah Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi, di kompleks pertokoan Pasar Val 5 Tembesi, atau biasa dikenal dengan sebutan Pasar P.U. Almarhumah Nasifah baru bekerja selama kurang lebih 20 hari dengan Uni Mira dan Uda Adi. Nasifah tinggal bersama majikannya tersebut di kompleks perumahan BTN Garuda Val 5 Tembesi, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi,” tutur ibu korban.
Sebelumnya, korban tewas mengapung di kolam bekas galian batu-bata Kelurahan Kampung Baru Val 5 Tembesi ini pernah bekerja di Toko Pakaian Barokah di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, kurang lebih selama tiga bulan. Toko Pakaian Barokah tersebut adalah bekas terminal lama Roda Baru yang disulap menjadi toko pakaian,” ungkap ayah korban.
Kronologis kejadian terjadi sekitar tanggal 27 Februari 2024 hingga saat ini, 15 Januari 2025, identitas pelaku pembunuhan terhadap gadis cantik ini belum diketahui. Berbagai opini miring dan tidak profesional berkembang bebas dari mulut ke mulut, netizen berkomentar dengan masyarakat umum.
Namun sangat disayangkan, sudah tiga kali pergantian Kapolres Batanghari, kasus terbunuhnya Nasifah belum juga terungkap. Mulai dari hasil forensik RS Bhayangkara Jambi, olah tempat kejadian perkara, memanggil semua 30 saksi, hingga melalui satelit LAPAN dan keterangan dukun, belum bisa mengungkap teka-teki misteri terbunuhnya Nasifah.
Siapa pelakunya dan apa motif di balik itu semua masih terus ditelusuri pihak jajaran Reskrim Polres Batanghari dan Densus 88 Mabes Polri agar mendapatkan titik terang siapa pelakunya,” cetusnya.
AKBP Bambang Purwanto S.I.K. menitipkan pekerjaan rumahnya kepada AKBP Singgih Hermawan S.I.K., M.A.P., untuk meneruskan usaha pengungkapan kasus terbunuhnya Nasifah ini terus berlanjut sesuai SOP kepolisian kepada AKBP Handoyo Yudhi Santosa S.I.K., M.I.K,” pungkasnya.
Muara Bulian – Sedikitnya terindikasi terdapat enam kasus pembunuhan dalam wilayah Kabupaten Batanghari sejak tahun 2012 hingga 2025 yang belum terungkap secara terang benderang.
Kasus pembunuhan yang menghilangkan nyawa seseorang selalu menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban. Mirisnya, pelaku disinyalir masih berkeliaran bebas menghirup udara segar, dan menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kapolres Batanghari yang baru, AKBP Handoyo Yudhy Santosa, untuk dapat memberi tanggung jawab besar kepada Satreskrim Polres Batanghari.
AKBP Handoyo Yudhy Santosa, Kapolres Batanghari yang baru menjabat menggantikan AKBP Singgih Hermawan, seusai sertijabnya di Mapolres Batanghari mengungkapkan akan membuka kembali lembaran kasus pembunuhan yang belum terungkap. AKBP Handoyo berjanji akan membuka kembali dan mengecek pemeriksaan saksi. Selain itu, AKBP Handoyo sangat berharap peran warga yang mengetahui untuk membantu membuka tabir pelaku pembunuhan yang belum terungkap tersebut.
“Kita akan kembali mengecek berkasnya, sudah sampai di mana pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus ini,” jelas AKBP Handoyo Yudhy Santosa, Selasa, Siang (14/01/2025).
Selain itu, sulitnya Kepolisian Polres Batanghari mengungkap siapa pelaku di balik pembunuhan sadis yang dialami gadis bernama Nasyifa yang sudah memasuki hampir satu tahun sejak Selasa (27/02/2024), menjadi perhatian khusus. AKBP Handoyo Yudhy Santosa berjanji akan melakukan penyelidikan dengan mendapatkan bukti-bukti baru dalam mengungkap pelaku yang tega menghabisi nyawa Nasyifa.
“Kita tetap bekerja sesuai SOP dan akan terus melakukan penyelidikan dengan mendapatkan bukti-bukti baru. Selain itu, peran warga sangat membantu kami untuk mengungkapnya,” Tegasnya.
Demikian informasi sementara yang berhasil dirangkum oleh wartawan Zoomfakta di Lapangan Laghawa, Markas Besar Kepolisian Resort Batanghari, Jambi. (Sabli)














