BATANGHARI — Malam itu, warga RT 23 RW 06, Kelurahan Muara Bulian, tak sekadar menghadiri agenda reses. Mereka datang membawa daftar persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari penerangan jalan, jaringan listrik, pendidikan, hingga pungutan kebersihan yang dibebankan melalui rekening PDAM.
Anggota DPRD Kabupaten Batanghari dari Fraksi Gerindra, Mawardi Harahap, S.P., menggelar reses di lingkungan tersebut, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 19.52 WIB. Forum itu dihadiri perwakilan Kelurahan Muara Bulian Bambang, Kasi Pemerintahan Kecamatan Muara Bulian Rido, ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Satu per satu warga menyampaikan usulan. Mereka meminta peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, pembangunan infrastruktur lingkungan, bantuan 100 ekor bibit bebek, dukungan dana Rp1 juta untuk kegiatan pemuda menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, serta pemasangan tiang dan jaringan listrik PLN di RT 23 RW 06, termasuk Lorong Kalimatan, Lorong Batu Sepah, dan Lorong Arisuddin.
Dalam dialog itu, warga juga mengungkap bahwa biaya pemasangan amper listrik selama ini ditanggung secara swadaya oleh seorang warga bernama Suparsih. Hal serupa terjadi pada jaringan air bersih yang disebut dibangun secara gotong royong masyarakat di bawah koordinasi Tahan Nasution.
Persoalan lain yang mencuat ialah adanya pungutan Rp10 ribu melalui rekening PDAM yang disebut sebagai biaya kebersihan atau persampahan. Warga meminta penjelasan mengenai dasar dan mekanisme penarikannya.
Menanggapi hal itu, Mawardi mengatakan akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup, Direktur PDAM, Ketua RT 23 RW 06 Batu Sepah, serta pihak terkait pada Senin (13/7/2026) untuk meminta penjelasan mengenai mekanisme pungutan tersebut.
Dari kelompok ibu-ibu, muncul permintaan bantuan seperangkat alat hadrah, seragam grup hadrah, dan dua set perlengkapan prasmanan.
“Insyaallah akan kami penuhi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” kata Mawardi.
Luthfi, yang mewakili warga, berharap pemerintah memasang lampu penerangan jalan di Lorong Batu Sepah dan meningkatkan sarana olahraga bagi pemuda. Aspirasi serupa disampaikan Eko. Menurutnya, kegiatan olahraga di lingkungan mereka cukup aktif, tetapi belum didukung lapangan bola voli maupun fasilitas olahraga lainnya. Ia juga meminta penambahan jaringan listrik PLN di Lorong Kalimatan.
Mawardi mengatakan seluruh usulan itu akan diperjuangkan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
Di bidang keagamaan, Ustaz Taha meminta pemerintah melanjutkan pembangunan madrasah di RT 23 RW 06. Mawardi menyatakan akan membawa usulan tersebut dalam pembahasan bersama pemerintah daerah apabila dukungan anggaran memungkinkan.
Di penghujung dialog, Luthfi (68) mengaku baru kali pertama menyaksikan anggota DPRD Kabupaten Batanghari datang langsung ke lingkungan RT 23 RW 06 untuk mendengar aspirasi masyarakat.
Bagi Mawardi, reses bukan sekadar agenda formal. Forum itu, menurutnya, menjadi pintu untuk menghimpun persoalan yang berkembang di masyarakat sebelum dibawa ke pembahasan bersama pemerintah daerah melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD.
Jurnalis: SABLI













