BATANG HARI — Langkah Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Batang Hari menuai apresiasi dari massa aksi Aliansi Masyarakat dan Buruh Menggugat (AMUK) saat demonstrasi terkait persoalan ketenagakerjaan di PT Mutiara Sawit Semesta (MSS), Senin (25/5/2026).

Aksi yang dipusatkan di depan Kantor DPRD Batang Hari tersebut diikuti oleh para buruh bersama elemen masyarakat yang menuntut keadilan atas dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak terhadap sejumlah pekerja PT MSS di Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu.

Dalam aksi itu, massa menilai BK DPRD Batang Hari menunjukkan respons positif dengan membuka ruang aspirasi dan meminta berbagai informasi terkait persoalan ketenagakerjaan di PT MSS untuk dikawal secara serius.

Koordinator lapangan aksi menyebut sikap BK DPRD menjadi harapan baru bagi para buruh yang selama ini merasa belum mendapatkan kepastian atas nasib pekerjaan mereka.

“Kami mengapresiasi BK DPRD Batang Hari karena mau mendengar langsung aspirasi masyarakat dan buruh. Ini bentuk kepedulian terhadap pencari keadilan,” ujar salah satu perwakilan massa aksi dalam orasinya.

Ketua Serikat Pekerja, Musmulyadi, turut hadir bersama para buruh dan perwakilan F-SPTI yang diwakili Paralegal Muslim. Massa meminta agar DPRD Batang Hari ikut mengawasi dugaan PHK sepihak yang disebut dilakukan oleh manajemen PT MSS.

Pengamanan aksi dilakukan oleh personel Polres Batang Hari dari Sat Sabhara, Satsamapta, Satbinmas, dan Sat Intelkam guna memastikan jalannya demonstrasi berlangsung aman dan kondusif.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Mutiara Sawit Semesta (MSS) belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para buruh maupun dugaan pemberhentian kerja tersebut.

Jurnalis: SABLI

Reporter: admin