BATANGHARI – Ratusan warga dan pekerja yang tergabung dalam Aliansi Peduli Desa Sungai Buluh menggelar aksi unjuk rasa di pusat pemerintahan Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Rabu (20/5/2026). Massa menggelar aksi di tiga titik sekaligus, yakni di depan kantor PT Wings Sungai Buluh, Kantor Bupati Batanghari, dan Kompleks DPRD Kabupaten Batanghari.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan tuntutan terhadap PT JDR terkait pemenuhan hak-hak pekerja lokal serta peningkatan kesejahteraan tenaga kerja asal Desa Sungai Buluh.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Namun, respons yang diterima massa aksi di setiap lokasi berbeda.

Di Kompleks DPRD Kabupaten Batanghari, massa langsung diterima oleh Sekretaris DPRD (Sekwan), Muhammad Ali, S.E., yang hadir mewakili pimpinan dan anggota dewan karena sedang menjalankan tugas luar daerah.

Dalam keterangannya di hadapan massa aksi, Muhammad Ali menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menegaskan DPRD akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Kami mengapresiasi kedatangan warga. Tanggapan cepat dari DPRD merupakan bagian dari fungsi pengawasan kami. Sebagai tindak lanjut, DPRD akan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat pada Senin pekan depan. Kami siap menjadi jembatan agar persoalan ini dibahas secara serius,” ujar Muhammad Ali.

Berbeda dengan di DPRD, massa aksi di Kantor Bupati Batanghari sempat tertahan selama beberapa jam di luar gerbang sebelum akhirnya diperbolehkan masuk ke halaman kantor. Perwakilan massa kemudian diterima oleh Staf Ahli Bupati, Iskandar.

Dalam pertemuan tersebut, Iskandar menyatakan Pemerintah Kabupaten Batanghari akan membentuk tim khusus dalam waktu dua hari guna menindaklanjuti tuntutan warga. Pernyataan itu diperkuat dengan penandatanganan berita acara kesepakatan antara perwakilan massa dan pemerintah daerah.

Koordinator aksi menyebutkan bahwa demonstrasi tersebut dipicu dugaan ketidakadilan terhadap pekerja lokal. Massa menyampaikan delapan tuntutan kepada manajemen PT JDR, yakni:

1. Penyesuaian jam kerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, yakni maksimal 7–8 jam per hari.

2. Larangan pemotongan upah secara sepihak tanpa dasar hukum yang jelas.

3. Pengembalian seluruh potongan upah yang dinilai tidak sah, termasuk kepada mantan pekerja apabila tidak terbukti melakukan pelanggaran.

4. Pemberian sanksi tegas terhadap oknum internal perusahaan yang terbukti melakukan pemotongan upah secara melawan hukum.

5. Penindakan terhadap vendor atau perusahaan alih daya (outsourcing) yang tidak memenuhi hak-hak pekerja.

6. Transparansi data terkait jumlah tenaga kerja lokal yang diserap perusahaan.

7. Prioritas bagi masyarakat asli Desa Sungai Buluh untuk bekerja di PT JDR, di luar tenaga kerja vendor dan mitra perusahaan.

8. Penggantian vendor atau perusahaan alih daya yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap hak pekerja.

Selain itu, massa juga memberikan ultimatum kepada perusahaan. Apabila dalam waktu 2 x 24 jam tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti, warga mengancam akan menghentikan seluruh aktivitas operasional gudang PT JDR di Desa Sungai Buluh hingga persoalan diselesaikan.

Dalam orasinya, Ketua PWRI turut menyampaikan kritik keras terhadap sikap kepala daerah yang dinilai tidak pernah menemui langsung massa aksi.

“Boy BF Salah Satu Aktivis mewakili masyarakat Kabupaten Batanghari mengucapkan terima kasih kepada Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief. Beliau telah menempa masyarakat agar hidup tangguh Setangguh- Tangguhnya sehingga tidak lagi merasakan lemak manisnya kehidupan sehari-hari ini…karena sudah di tempah dari awal sejak periode pertama hingga periode kedua kepemimpinannya,” ujarnya Sembari Tertawa hahaha.

Aksi unjuk rasa berakhir dalam keadaan aman dan kondusif. Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT JDR belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Batanghari menyatakan akan segera mengoordinasikan langkah lanjutan melalui tim khusus yang telah dijanjikan.

Jurnalis: SABLI

Reporter: admin