BATANGHARI — Atmosfer sepak bola nostalgia berpadu dengan semangat pembinaan usia dini mewarnai gelaran Trofeo Matchday Leg-2 2026 yang berlangsung di Stadion Lapangan Hijau Benteng, Pasar Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Jumat (15/5/2026) sore.
Ajang silaturahmi antar-klub legenda tersebut mempertemukan tiga tim senior, yakni Tembesi Legend, Garudamas Legend, dan Old Star Persebri. Namun, di balik kemeriahan laga para legenda, perhatian publik justru tertuju pada geliat pembinaan sepak bola usia muda yang dilakukan SSB Benteng Tembesi.
Kehadiran sejumlah tokoh sepak bola daerah, seperti Meddi, Sidik, Saipul, Andi Nakata, hingga Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, menjadi penanda kuat bahwa pembinaan sepak bola akar rumput mulai mendapat perhatian serius.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Fadhil Arief atau MFA memberikan dukungan langsung kepada pelatih SSB Benteng Tembesi, Kurnadi, yang dinilai konsisten membangun karakter dan kemampuan pemain muda di wilayah Muara Tembesi.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pembinaan atlet usia dini, MFA menyerahkan bantuan tiga bola latihan kepada SSB Benteng Tembesi. Bantuan itu diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para pemain muda untuk terus berkembang dan mampu bersaing di level daerah hingga nasional.
“Pembinaan usia dini adalah fondasi utama kemajuan sepak bola daerah. Anak-anak harus mendapat ruang, fasilitas, dan motivasi agar bisa berkembang maksimal,” ujar MFA di sela kegiatan.
SSB Benteng Tembesi sendiri dikenal aktif melakukan pembinaan rutin dengan jadwal latihan setiap Minggu pagi, Rabu sore, dan Jumat sore. Klub tersebut mendapat dukungan dari ASP, BUMDes Rantau Kapas Mudo, serta MPJ Satgakkum Desa Pelayangan.
Di bawah arahan pelatih Kurnadi dan manajer Cik Man Habib Alqudsi, SSB Benteng Tembesi perlahan menjadi salah satu wadah pembinaan talenta muda yang diperhitungkan di Kabupaten Batang Hari.
Kurnadi mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah terhadap perkembangan sepak bola usia dini di Tembesi.
“Dukungan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus membina anak-anak agar memiliki mental, disiplin, dan prestasi di dunia sepak bola,” katanya.
Sementara itu, Kapten Tembesi Legend, Dodi Pakdo alias Dodoi, menilai laga trofeo bukan hanya menghadirkan nostalgia sepak bola lama, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan antar-pemain lintas generasi.
“Ini bukan sekadar pertandingan. Ini ajang silaturahmi dan bentuk kecintaan kami terhadap sepak bola Batang Hari,” ujarnya.
Trofeo Match day Leg-2 2026 dijadwalkan berlangsung dalam tiga pertandingan:
Garuda emas Legend vs Tembesi Legend — pukul 16.00 WIB
Garuda emas Legend vs Old Star Persibri — pukul 16.40 WIB
Old Star Persibri vs Tembesi Legend — pukul 17.15 WIB
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat, serta pecinta sepak bola yang memadati Lapangan Hijau Benteng untuk menyaksikan laga penuh gengsi dan nostalgia tersebut.
Jurnalis: SABLI














