BATANGHARI – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batanghari melakukan inspeksi mendadak dan survei lapangan di ruas Jalan Lintas Nasional Muara Bulian–Muara Tembesi, tepatnya di kawasan Kelurahan Simpang Sridadi Bawah, Minggu (8/3). Langkah ini diambil menyusul kemacetan parah yang melumpuhkan arus lalu lintas selama dua hari terakhir akibat sistem buka-tutup di titik perbaikan jalan.
Dalam peninjauan tersebut, Satlantas menggandeng pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jambi dan kontraktor jasa pemeliharaan jalan untuk mengevaluasi teknis pengerjaan yang dinilai menjadi pemicu antrean panjang kendaraan.
Evaluasi Material dan Teknis Pekerjaan
Kasat Lantas Polres Batanghari, AKP Agung Prasetyo Soegiono, S.Tr.K., S.I.K., menegaskan bahwa pola penanganan kerusakan jalan di titik tersebut harus diubah. Ia meminta BPJN dan kontraktor lebih selektif dalam memilih kualitas material agar perbaikan bersifat permanen dan tidak cepat rusak kembali.
“Kami meminta BPJN dan pihak kontraktor lebih serius. Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap material dan metode pengerjaan di Kelurahan Simpang Sridadi Bawah ini agar hasilnya maksimal dan tidak terus-menerus mengganggu arus lalu lintas,” ujar AKP Agung di lokasi survei.
Siagakan Alat Berat 24 Jam
Selain menyoroti kualitas fisik jalan, AKP Agung juga memberikan instruksi tegas terkait mitigasi hambatan di lapangan. Ia mewajibkan adanya alat berat beserta operator yang bersiaga penuh di lokasi pekerjaan.
Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses evakuasi jika terdapat kendaraan bermuatan berat yang terpuruk atau mengalami patah as saat melintasi jalur yang sedang diperbaiki.
“Alat berat harus standby. Begitu ada kendaraan terjebak, langsung evakuasi. Jangan sampai menunggu lama dan memperparah kemacetan,” tambahnya.
Komitmen Pelayanan Publik
Hingga berita ini diturunkan, personel Satlantas Polres Batanghari masih disiagakan secara bergantian untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Koordinasi intensif antara kepolisian, BPJN, dan pelaksana proyek diharapkan dapat meminimalisir dampak kerugian ekonomi bagi masyarakat pengguna jalan akibat keterlambatan distribusi logistik.
Pihak kepolisian juga mengimbau para sopir kendaraan angkutan barang untuk tetap tertib di lajur masing-masing dan tidak menyerobot antrean guna menghindari penguncian arus (gridlock)
Reporter: Sabli














