Tebo – Rencana demonstrasi di Polda Jambi terkait kasus tambang emas ilegal (PETI) di Puntikalo, Kabupaten Tebo, mendadak batal digelar. Pembatalan tanpa alasan jelas ini memicu tanda tanya publik, mengingat kasus tersebut sebelumnya mendapat perhatian luas karena dampak kerusakan lingkungan yang masif.
Poin Utama Pembatalan:
Isu Penyuapan: Muncul dugaan kuat bahwa aksi dibatalkan setelah adanya aliran dana sebesar Rp25 juta.
Aktor di Balik Layar: Uang tersebut diduga berasal dari seseorang bernama A, yang disebut-sebut sebagai pengendali aktivitas PETI di wilayah tersebut.
Tujuan: Dana tersebut disinyalir sebagai upaya membungkam kritik dan meredam gerakan massa agar tidak menuntut pengusutan lebih lanjut.
Dampak dan Desakan:
Jika dugaan suap ini benar, hal tersebut menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Jambi. Penindakan PETI tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menjangkau aktor intelektual di baliknya.
Aparat penegak hukum kini didesak untuk bersikap transparan dan menyelidiki kebenaran informasi suap ini demi menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan keadilan lingkungan tetap ditegakkan.
Reporter: Sabli














