BATANGHARI – Belum genap setahun menghirup aroma aspal baru, warga Desa Rantau Kapas Tuo hingga Desa Terusan kini harus mengelus dada. Jalan rigid beton yang baru saja rampung dikerjakan menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2025 terpantau sudah mengalami kerusakan serius di berbagai titik.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi fisik jalan yang memprihatinkan. Struktur beton yang seharusnya kokoh kini dipenuhi retakan menjalar—sebagian bahkan sudah patah dan amblas. Padahal, proyek ini secara administratif masih berada dalam masa pemeliharaan.
Titik Krusial Kerusakan
Berdasarkan data yang dihimpun dari tim kontrol sosial dan laporan masyarakat, berikut adalah rincian kondisi di lokasi:
– Kondisi Fisik: Retak rambut hingga patahan struktur beton sedalam 5-10 cm.
– Dugaan Penyebab: Lemahnya perencanaan teknis terkait daya dukung tanah dan minimnya pengawasan saat pengecoran berlangsung.
– Status Proyek: Masih dalam pengawasan kontraktor (Masa Pemeliharaan), namun belum ada tanda-tanda perbaikan substansial.
Suara dari Akar Rumput
“Kami sudah lama menantikan jalan ini, tapi kalau kualitasnya begini, ini namanya buang-buang uang negara,” ujar salah satu perwakilan warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Senada dengan warga, tim kontrol sosial setempat mensinyalir adanya ketidaksesuaian spesifikasi material. Mereka mendesak agar pihak terkait segera bertindak tegas sebelum dilakukan penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over).
“Kami minta dibongkar dan dicor ulang pada titik yang patah. Kalau hanya ditambal sulam dengan aspal cair, itu hanya menyembunyikan luka, bukan menyembuhkan,” tegas salah seorang anggota tim kontrol sosial.
Menanti Ketegasan Satker
Munculnya kerusakan di masa awal ini menjadi rapor merah bagi instansi terkait. Diduga kuat, pengawasan di lapangan “loyo” sehingga kontraktor bisa melenggang dengan kualitas kerja yang di bawah standar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengawas proyek maupun perwakilan kementerian terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana perbaikan menyeluruh di ruas jalan tersebut.
Reporter: Sabli














