BATANGHARI – Deru mesin kendaraan kini mulai akrab terdengar di pelosok Desa Rantau Kapas Tuo hingga Desa Danau Embat, Kecamatan Muaro Sebo Ilir. Pembangunan jalan rigid beton yang membentang di wilayah seberang ini menjadi babak baru bagi aksesibilitas warga. Namun, ambisi untuk menghubungkan jalur ini hingga ke Pasar Terusan masih terbentur tantangan alam: sebuah sungai yang memutus aliran distribusi.

 

Infrastruktur Puluhan Miliar

Pembangunan jalan ini bukan proyek semalam. Menggunakan kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah, pemerintah pusat berupaya mengikis ketimpangan infrastruktur di pedalaman Kabupaten Batanghari.

 

Secara teknis, jalan beton ini telah mencapai wilayah Danau Embat yang berbatasan langsung dengan Desa Rantau Kapas Tuo. Kehadiran jalan ini diapresiasi warga sebagai langkah nyata pemerintah dalam membuka isolasi wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

 

Mata Rantai yang Terputus

Meski jalan rigid beton sudah berdiri kokoh, akses tersebut belum sepenuhnya “merdeka”. Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan belum bisa tembus menuju Pasar Terusan. Kendalanya adalah ketiadaan infrastruktur penyeberangan di atas sungai yang memisahkan kedua wilayah tersebut.

 

Warta lapangan menunjukkan bahwa tanpa adanya jembatan atau setidaknya Reinforced Concrete Box Culvert (RCBC), jalan bernilai miliaran ini belum bisa berfungsi maksimal sebagai urat nadi antar-kecamatan.

 

“Akses ini krusial. Jika jembatan atau minimal box culvert dibangun, efisiensi waktu dan biaya angkut hasil bumi warga akan meningkat drastis,” ujar salah satu warga setempat.

 

Harapan Konektivitas Total

Struktur RCBC atau drainase beton bertulang sebenarnya bisa menjadi solusi jangka pendek yang efektif untuk menyalurkan aliran air di bawah badan jalan sekaligus menyambung titik yang terputus. Harapannya, pemerintah daerah maupun pusat dapat melanjutkan estafet pembangunan ini agar manfaat ekonomi dari dana APBN tersebut tidak terhenti di tepi sungai.

 

Kini, bola panas pembangunan ada pada perencanaan tahap selanjutnya. Tanpa jembatan, jalan beton ini ibarat jembatan tanpa ujung—megah namun belum tuntas menyatukan ekonomi antar-desa

 

Reporter: Sabli

Reporter: admin