BATANG HARI, JAMBI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang Hari menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-77 Kabupaten Batang Hari, Senin (1/12/2025). Acara yang dipimpin Ketua DPRD Rahmat Hasrofi ini mengusung tema “Khidmat Untuk Batang Hari Super Tangguh” dan dihadiri Gubernur Jambi Dr. Al Haris S.Sos beserta sejumlah bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi.

Dalam pidato pembukaannya, Rahmat Hasrofi menyoroti sejarah panjang pembentukan Batang Hari. Ia menyebutkan, kabupaten yang berjuluk “Bumi Serentak Bak Regam” ini resmi dibentuk pada 1 Desember 1948, meskipun secara administratif kerap tercatat mulai 29 Maret 1956.

“Kabupaten Batanghari mengalami dua kali pemekaran wilayah yang signifikan,” kata Hasrofi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Batang Hari, Jambi.

Awalnya, ibu kota Batang Hari adalah Kota Jambi sebelum dipindahkan ke Kenali Asam pada 1963. Pemekaran pertama terjadi pada 1965, membagi wilayah menjadi Kabupaten Batang Hari (ibu kota Kenali Asam) dan Kabupaten Tanjung Jabung.

Pemekaran kedua dan yang terbaru berlangsung pada 1999 berdasarkan UU No. 54 Tahun 1999. Wilayah itu kembali dimekarkan menjadi Kabupaten Batang Hari dengan ibu kota di Muara Bulian dan Kabupaten Muaro Jambi dengan ibu kota di Sengeti.

Selain meninjau ulang sejarah, Hasrofi juga menyampaikan apresiasi atas capaian dan prestasi nasional yang diraih Kabupaten Batang Hari di bawah kepemimpinan Bupati M. Fadhil Arief dan Wakil Bupati H. Bakhtiar SP.

“Prestasi yang didapat adalah berkat doa dan peran serta seluruh masyarakat dalam mendukung kepemimpinan Bapak Fadhil dan Bapak Bakhtiar,” ujar Ketua DPRD Batang Hari tersebut menutup pidatonya.

Paripurna HUT ke-77 Batang Hari ini turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fatah S.H., Anggota DPR-RI Elfisina, Ketua TP PKK Provinsi Jambi, serta jajaran Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

Reporter: Sabli

Reporter: admin