JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) lebih kreatif membantu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog. Tito menyarankan Pemda bekerja sama dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk mensubsidi harga beras agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

Ia mencontohkan, perusahaan bisa membeli beras SPHP seharga Rp12.000/kg dari Bulog dan menjualnya lebih murah sebagai bentuk solidaritas sosial. Sementara itu, jika Pemda membeli dari Bulog, mereka bisa mendapatkan margin Rp2.500/kg yang masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebagai contoh, Kadin Sulawesi Tenggara telah memberikan subsidi tambahan sebesar Rp1.000/kg, sehingga beras SPHP 5 kg dijual Rp55.000, lebih murah dari harga beli Bulog Rp60.000. Menurut Tito, cara ini efektif untuk menstabilkan harga beras dan menenangkan masyarakat.

Di sisi lain, Kepala Divisi Perencanaan Operasional Bulog, Epi Sulandari, melaporkan bahwa penyaluran beras SPHP hingga 2 September 2025 baru mencapai 307.909 ton, atau sekitar 20,53% dari target tahun ini sebesar 1,5 juta ton. Masih ada sekitar 1,19 juta ton yang harus disalurkan hingga akhir 2025, sementara target harian penyaluran sebesar 7.000 ton belum tercapai.

Reporter: Sabli

Reporter: admin