Maro Sebo ulu – Meluapnya air sungai dari hulu yang diperparah dengan derasnya hujan selama sepekan terakhir telah menyebabkan banjir merendam Kelurahan Simpang Sungai Rengas, Kecamatan Marosebo Ulu, Kabupaten Batanghari. Hingga kini, enam RT di wilayah tersebut terdampak banjir yang tak menunjukkan tanda-tanda akan surut.
Lurah Sungai Rengas, Saripudin, yang turun langsung memantau lokasi banjir, meminta warga untuk tetap siaga. “Saat ini kami sedang meninjau kondisi di RT 10 sampai RT 15. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, karena air terus naik dan belum ada tanda-tanda akan surut,” ujarnya pada Ahad pagi (9/3/2025). Ia juga mengingatkan para orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka agar tidak bermain di air demi menghindari risiko penyakit atau bahaya terbawa arus.
Dampak banjir ini juga menjadi perhatian pihak kepolisian. Bhabinkamtibmas Polsek Marosebo Ulu, Andhika, menegaskan bahwa Polres Batanghari beserta jajarannya terus memantau perkembangan debit air setiap saat. “Atas perintah pimpinan, kami memonitor debit air setiap detik, setiap menit untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan,” ungkapnya.
Pihaknya juga mengingatkan warga untuk tetap berhati-hati, terutama terkait potensi bahaya arus listrik di wilayah yang terdampak banjir. “Kami terus memberikan himbauan kepada masyarakat agar lebih waspada, terutama terhadap risiko listrik yang bisa membahayakan,” tambahnya.
Banjir yang telah berlangsung selama tujuh hari ini membuat kehidupan warga terganggu, dengan debit air yang dilaporkan terus meningkat. Sampai berita ini diterbitkan, belum ada indikasi surutnya banjir, dan masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait untuk menangani situasi ini.














