Muaro Jambi – Di balik sejuknya embusan penyejuk udara dan kepulan asap rokok dalam ruang rapat Gedung DPRD Muaro Jambi, ada napas usaha kecil yang terengah-engah. Di sana, para wakil rakyat dan pejabat sekretariat mungkin lancar beradu argumen dalam rapat dengar pendapat. Namun, bagi Saifullah, setiap ketukan palu sidang adalah pengingat akan piutang yang tak kunjung tunai.

Pria pemilik warung kelontong ini kini tengah limbung. Uang senilai Rp65 juta milik istrinya—modal yang dikumpulkan dari recehan dagangan—kini “terparkir” entah sampai kapan di brankas Sekretariat Dewan (Setwan). Sejak Mei 2025, Setwan rutin menyedot logistik dari warung Saifullah: berdus-dus air mineral, kopi, gula, hingga bertumpuk-tumpuk slop rokok untuk menjamu tamu dan peserta hearing.

“Paling besar itu rokok dan kopi untuk setiap kali rapat. Mereka ambil semua dari saya, tapi pembayarannya terus diulur,” ujar Saifullah dengan nada getir saat ditemui, Rabu pekan lalu.

Ironi Rak Kosong

Kontras itu terasa menyesakkan. Saat meja-meja di kantor DPRD selalu tersedia tisu dan minuman segar, rak-rak di warung Saifullah justru mulai melompong. Stok barang dagangannya merosot hingga 50%. Alih-alih mendapat untung dari proyek pemerintah, ia justru terjerat krisis likuiditas.

Persoalan klasik birokrasi menjadi biang keroknya: pergantian pejabat. Alasan transisi jabatan sering kali menjadi “jurus sakti” untuk cuci tangan dari beban utang lama. “Katanya itu urusan Sekwan lama. Pejabat baru merasa tidak punya urusan,” tambah Saifullah.

Hingga pengujung 2025, baru Rp50 juta yang dibayarkan dari total tagihan Rp115 juta. Sisanya? Masih menjadi angka-angka mati di atas kertas tagihan.

Berutang Demi “Menghidupi” Negara

Dampaknya merembet ke urusan dapur dan pendidikan. Ironi pun memuncak: demi membiayai kuliah anaknya, Saifullah terpaksa meminjam uang ke pihak lain. Seorang warga kecil kini harus berutang demi menutupi beban konsumsi sebuah lembaga negara yang mandat utamanya adalah mengawasi kesejahteraan rakyat.

Hingga laporan ini disusun, Sekretariat DPRD Muaro Jambi masih bungkam. Tak ada respons konkret, hanya janji-janji di lorong birokrasi yang kian buram.

Jurnalis: SABLI

Reporter: admin