BATANGHARI – Di jalan raya yang seharusnya menjadi urat nadi kehidupan dan pergerakan rakyat, kembali kita diingatkan bahwa kelalaian sekecil apa pun dapat menjelma menjadi petaka. Sabtu dini hari, ketika sebagian besar manusia terlelap dalam istirahatnya, sebuah peristiwa kecelakaan terjadi di ruas Jalan Nasional Lintas Tengah, persimpangan Gapura Nes, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Sekitar pukul 03.30 WIB, sebuah truk boks Isuzu putih bernomor polisi A 9798 ZC milik perusahaan logistik F FAS Logistik, yang tengah mengangkut bahan makanan beku dari Jakarta menuju Padang, melaju di jalur kiri sebagaimana mestinya. Di saat yang sama, dari sebuah lorong alternatif, muncul kendaraan Toyota Fortuner hitam BH 1762 UJM yang dikemudikan oleh Yogi Verly Pratama, anggota DPRD Batanghari.

Di sinilah takdir seolah menguji kewaspadaan manusia.

Menurut keterangan sopir truk, segala upaya telah dilakukan untuk menghindari benturan. Klakson dibunyikan, lampu isyarat dinyalakan, bahkan setir dibanting ke arah kanan demi menyelamatkan keadaan. Namun jarak yang terlalu dekat menjadikan segala ikhtiar itu tak cukup kuat menahan kenyataan: tabrakan pun terjadi, menghantam sisi kiri kendaraan logistik tersebut.

Seorang saksi mata menguatkan bahwa truk telah berada pada jalur yang benar. Maka, pertanyaan yang patut direnungkan bukan semata tentang kejadian itu sendiri, melainkan tentang sebab yang melatarinya.

Apakah manusia telah lalai menjaga dirinya sendiri?

Dugaan mengarah pada kelelahan pengemudi Fortuner. Kantuk, yang sering dianggap remeh, ternyata mampu meruntuhkan kewaspadaan dan menimbulkan akibat yang tak diinginkan. Rekan pengemudi menyebutkan bahwa kondisi mengantuk menjadi faktor yang tak dapat diabaikan dalam insiden ini.

Yogi Verly Pratama sendiri mengakui baru kembali dari Kota Jambi menuju Muara Bulian saat peristiwa itu terjadi. Ia mengalami luka ringan di bagian wajah dan telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Muara Bulian.

“Alhamdulillah hanya luka ringan,” ujarnya.

Namun, persoalan ini tidak berhenti pada luka yang tampak. Ada pelajaran yang lebih dalam—bahwa setiap pengemudi, terlebih mereka yang memegang amanah sebagai wakil rakyat, seyogianya menjadi teladan dalam disiplin dan keselamatan di jalan raya.

Pihak Satuan Lalu Lintas Polres Batanghari telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan kedua kendaraan. Penyelidikan masih berlangsung, termasuk mendalami dugaan kelalaian dan temuan bahwa kendaraan Fortuner tidak menggunakan pelat nomor saat kejadian.

Maka, dari peristiwa ini, hendaknya kita tidak sekadar melihatnya sebagai kecelakaan biasa. Ini adalah peringatan keras bahwa jalan raya bukan sekadar lintasan kendaraan, melainkan ruang tanggung jawab—tempat di mana nyawa, hukum, dan kesadaran harus berjalan seiring.

Sebab bangsa yang besar bukan hanya diukur dari megahnya pembangunan, tetapi juga dari tertibnya warganya dalam hal-hal yang tampak sederhana, seperti berkendara dengan penuh kesadaran.

Jurnalis: SABLI

Reporter: admin