BATANG HARI – Kabar tak sedap menerpa Koperasi Unit Desa (KUD) Tuo Sakato, Desa Danau Embat, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batang Hari. Mantan ketua koperasi tersebut diduga terlibat dalam penggelapan dana setoran pupuk dan penunggakan gaji anggota untuk periode tertentu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Dugaan Penggelapan Dana di KUD Tuo Sakato Mencuat, Hak Petani Terancam

Informasi ini terungkap setelah salah seorang warga Desa Danau Embat memberikan kesaksian kepada awak media melalui sambungan telepon, Selasa (31/03/2026). Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut membeberkan bahwa hingga saat ini, pengadaan pupuk yang telah dibayarkan oleh anggota maupun masyarakat belum juga terealisasi.

“Silakan konfirmasi ke Badan Pengawas (BP) Desa Danau Embat. Bukan hanya pupuk yang tidak kunjung didistribusikan, gaji bulan Januari juga tidak dibayarkan. Padahal, hasil panen yang masuk ke pihak inti mencapai 800 ton, tetapi uangnya entah ke mana,” ungkap sumber tersebut.

Ia menjelaskan terdapat perbedaan perlakuan antara kepengurusan lama dan baru. Menurutnya, hak anggota untuk bulan Februari telah dirampungkan oleh pengurus KUD yang baru. Namun, tunggakan gaji bulan Januari yang menjadi tanggung jawab mantan ketua tersebut masih belum menemui titik terang.

“Kalau untuk Februari sudah diselesaikan oleh ketua yang baru. Yang menjadi persoalan adalah bulan Januari, itu belum dibayar sama sekali,” tegasnya.

Persoalan ini kian meruncing setelah muncul estimasi kerugian dari sektor pengadaan pupuk. Sumber tersebut menyebutkan sedikitnya ada 12 orang anggota yang diduga dana pupuknya belum dibayarkan dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp600 juta. Angka yang cukup fantastis ini memicu keresahan di tengah masyarakat, mengingat pupuk merupakan kebutuhan vital bagi keberlangsungan produktivitas petani setempat.

Masyarakat kini mendesak adanya transparansi dan pengusutan tuntas atas dugaan penyimpangan dana tersebut. Hal ini dinilai krusial demi memulihkan kepercayaan anggota terhadap koperasi serta menjaga stabilitas ekonomi para petani di Desa Danau Embat.

Di sisi lain, mantan Ketua KUD Tuo Sakato saat dikonfirmasi oleh tim media ini belum memberikan jawaban substantif terkait tudingan tersebut.

“Saya lagi di perusahaan,” jawabnya singkat saat dihubungi melalui telepon, sebelum mengakhiri pembicaraan.

Jurnalis: SABLI

\ Get the latest news /

Reporter: admin