JAMBI – Jagat maya diramaikan oleh kabar miring yang menyebut sistem keamanan Bank Jambi jebol diretas peretas (hacker). Isu ini mencuat setelah sejumlah nasabah mengeluhkan lumpuhnya layanan mobile banking dan antrean panjang yang mengular di beberapa kantor cabang pada Minggu, 22 Februari 2026.

Pesan berantai yang tersebar di aplikasi WhatsApp menunjukkan tangkapan layar percakapan yang mengeklaim adanya kebocoran data. Narasi tersebut seketika memicu kepanikan massal di kalangan nasabah yang khawatir akan keamanan saldo mereka.

Penjelasan Manajemen

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Bank Jambi segera mengeluarkan klarifikasi resmi untuk meredam spekulasi. Kepala Cabang Bank Jambi Bungo, Novita, menegaskan bahwa gangguan layanan tersebut murni disebabkan oleh agenda teknis internal, bukan serangan siber.

“Gangguan layanan bukan karena pembobolan sistem, melainkan karena proses pemeliharaan sistem internal (maintenance),” tulis pengumuman resmi yang dirilis pihak bank.

Beberapa poin krusial yang disampaikan manajemen terkait gangguan ini antara lain:

Cakupan Layanan: Gangguan teknis berdampak pada akses mobile banking, mesin ATM, serta layanan Customer Relationship Management (CRM).

Durasi: Kendala ini bersifat temporer dan akses akan dibuka kembali secara bertahap setelah proses sinkronisasi data selesai.

Mitigasi: Tim teknologi informasi diklaim telah melakukan prosedur standar penanganan darurat untuk mempercepat pemulihan layanan.

Menguji Kabar Peretasan

Meski isu peretasan terlanjur liar, sejauh ini belum ditemukan bukti autentik adanya akses ilegal ke server inti Bank Jambi. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa penumpukan nasabah di kantor fisik lebih disebabkan oleh kepanikan informasi (panic logging) dan terhentinya layanan digital secara mendadak.

Fenomena ini menjadi sorotan pengamat literasi digital, mengingat betapa rapuhnya masyarakat terhadap disinformasi di sektor perbankan. Padahal, dalam industri finansial, pemeliharaan sistem berkala adalah prosedur lazim untuk memperkuat benteng pertahanan digital dari ancaman nyata.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Bank Jambi meminta nasabah untuk tetap tenang dan hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi perusahaan. “Nasabah disarankan mengacu pada pengumuman resmi atau menghubungi layanan pelanggan jika membutuhkan kepastian,” tutup keterangan tersebut.

Reporter: Sabli

Reporter: admin