MUARA BULIAN – Memasuki tahun kedua, kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang gadis bernama Nasyifa masih menyita perhatian publik. Sejak terjadi pada tahun 2024, perkara ini seolah menjadi teka-teki yang belum terpecahkan di wilayah hukum Polres Batanghari.
Meski tampuk kepemimpinan di Polres Batanghari telah berganti beberapa kali, penanganan kasus ini dinilai jalan di tempat. Kini, harapan besar untuk mengungkap tabir gelap kematian Nasyifa bertumpu pada pundak Kapolres Batanghari yang baru, AKBP Arya Tesa Brahmana.
Gelar Perkara Ulang dan Pemeriksaan Saksi
Kapolres Batanghari, AKBP Arya Tesa Brahmana, menyatakan optimismenya dalam menuntaskan kasus ini. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan gelar perkara ulang guna mencari petunjuk baru.
“Perkara ini sudah kami lakukan gelar kembali. Berdasarkan hasil gelar tersebut, kami akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah saksi,” ujar Arya kepada awak media.
Hingga saat ini, pihak kepolisian tercatat telah memeriksa sedikitnya 27 orang saksi. Namun, meski puluhan keterangan telah dikantongi, polisi belum menetapkan satu pun tersangka. Status perkara pun masih dalam tahap penyelidikan mendalam.
“Untuk tersangka masih dalam proses penyelidikan. Kasus ini akan terus kami kembangkan dan kami lengkapi poin-poin yang masih kurang,” tegasnya.
Kendala di Lapangan
Selain belum adanya temuan barang bukti tambahan, Arya mengakui adanya hambatan teknis dalam proses pendalaman keterangan. Salah satu kendala utama adalah keberadaan saksi kunci yang sudah tidak menetap di lokasi semula.
“Kendala memang ada, yaitu posisi beberapa saksi sudah tidak berada di tempat lagi (pindah domisili). Kendati demikian, kami terus berupaya melacak keberadaan saksi-saksi tersebut guna memperkuat bukti,” pungkasnya.
Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari kepolisian agar keadilan bagi Nasyifa segera tegak dan pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.
Reporter: Sabli














