MUARA BULIAN – Tuntutan perbaikan upah oleh pekerja sektor perkebunan kelapa sawit kembali mencuat. Perwakilan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Inti Indosawit Subur (IIS), anak perusahaan Asian Agri di Jambi, menggelar rapat dengan manajemen perusahaan untuk membahas kenaikan upah buruh pada Senin (20/10/2025) sore di Muara Bulian, Batanghari.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Grup PMB PT IIS Muara Bulian ini melibatkan sejumlah petinggi perusahaan. Di antaranya adalah Asisten Damanik dan Bambang (Asisten TBS Luar), serta Suratman (Manajer Kualitas TBS Luar). Negosiasi juga melibatkan perwakilan pihak terkait lainnya, seperti Arvin Z dari PT PSM dan Era CSV, yang mewakili petani binaan Asian Agri di Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari.
Tiga anggota SPSI PT IIS Asian Agri mewakili pekerja dalam rapat tersebut. Fokus utama perundingan adalah tuntutan kenaikan upah yang dinilai belum sesuai harapan buruh. PT IIS, sebagai pemain besar di industri sawit Jambi, memiliki peran signifikan dalam penyerapan tenaga kerja di wilayah tersebut, sehingga hasil perundingan ini dinantikan ribuan pekerja.
Manajemen Indosawit Kebun Unggul Absen Dalam proses perundingan yang tengah berjalan, buruh menyoroti ketidakhadiran manajemen dari unit PT Indosawit Kebun Unggul (IKU) Maro Sebo Ilir. Unit tersebut, menurut perwakilan buruh, dinilai bertele-tele dalam merespon ajakan musyawarah, terutama yang berkaitan dengan aktivitas bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.
“Ketidakpastian dari PT Indosawit Kebun Unggul IKU sangat disayangkan. Manajemen mereka selalu tidak hadir dalam musyawarah terkait bongkar muat TBS. Hal ini mengganggu proses pengambilan keputusan,” kata seorang perwakilan buruh yang tidak ingin disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai hasil kesepakatan spesifik antara manajemen PT IIS dan serikat buruh. Meskipun demikian, pertemuan yang melibatkan representasi internal, TBS luar, dan petani binaan ini menunjukkan adanya upaya untuk mencari solusi komprehensif atas polemik upah. Publik dan pekerja berharap perundingan ini menghasilkan terobosan yang adil dan memastikan hak-hak buruh terpenuhi sesuai regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
Reporter: Sabli














