Muara Tembesi, Batanghari – Kemeriahan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-54 Kabupaten Batanghari pada Sabtu malam (26/4/2025) di mimbar utama SD Negeri 25/1, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, diwarnai sebuah ironi. Pidato penting Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arif, yang seharusnya menjadi penyemangat ribuan warga yang hadir, justru terdengar kurang lantang dan jelas akibat penggunaan mikrofon bekas.
Insiden teknis ini kontras dengan semarak acara yang dihadiri oleh ribuan masyarakat. Di tengah antusiasme yang membara, suara orang nomor satu di Batanghari itu seolah tertelan oleh keterbatasan alat. Pertanyaan pun muncul di benak sebagian hadirin mengenai kesiapan panitia dalam menyediakan fasilitas yang layak untuk acara sebesar tingkat kabupaten ini.
Tak hanya menyoroti kendala teknis, Bupati Muhammad Fadhil Arif juga menyampaikan teguran keras kepada kafilah Kecamatan Muara Bulian yang kedapatan meninggalkan lokasi acara sebelum rangkaian pembukaan usai. Dalam pidatonya yang meski kurang jelas terdengar, Bupati MFA menekankan pentingnya menjaga disiplin dan menghormati seluruh rangkaian acara keagamaan.
“Ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga syiar agama. Kedisiplinan adalah bagian penting dari nilai-nilai yang kita junjung tinggi,” ujar Bupati MFA, yang sayangnya, pesannya tidak sepenuhnya sampai kepada seluruh khalayak akibat kendala mikrofon.
Insiden mikrofon bekas ini menjadi catatan tersendiri dalam perhelatan MTQ ke-54 Kabupaten Batanghari. Di satu sisi, semangat keagamaan dan antusiasme masyarakat tampak begitu tinggi.
Namun, di sisi lain, kejadian ini memunculkan kritik terhadap kurangnya perhatian pada detail teknis yang justru krusial dalam menyampaikan pesan-pesan penting dari pimpinan daerah. Diharapkan, evaluasi menyeluruh dapat dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, memastikan suara-suara penting dapat didengar dengan jelas dalam setiap acara publik.
Reporter: Sabli













