BATANG HARI – Persiapan menyambut Idulfitri 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Bulian tak hanya soal ibadah. Rabu siang, 18 Maret 2026, suasana tenang di sel-sel hunian mendadak pecah oleh derap langkah sepatu lars. Aparat gabungan dari TNI, Polri, hingga Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang Hari mengepung blok-blok hunian dalam sebuah operasi penggeledahan mendadak.

Operasi ini bukan sekadar rutinitas. Menjelang hari kemenangan, kerawanan di dalam lapas biasanya meningkat. “Ini langkah preventif. Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif dan lingkungan lapas steril dari barang terlarang,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bulian, Ilham Santoso Syahdani.

Tak Ada Celah Bagi Penyelundup

Petugas menyisir setiap sudut ruangan. Kasur dibalik, lemari diperiksa, hingga celah-celah kecil yang kerap menjadi tempat persembunyian narkotika atau senjata tajam tak luput dari pengamatan. Meski dilakukan secara ketat, Ilham mengklaim jajarannya tetap menggunakan pendekatan yang “beradab”.

“Pemeriksaan tetap sesuai SOP, mengedepankan sisi humanis agar tidak memicu gesekan dengan warga binaan,” tambahnya.

Kehadiran personel TNI dan Polri di lokasi mempertegas pesan bahwa tembok lapas tidak berdiri sendiri. Sinergi ini menjadi sinyal bagi siapa pun yang mencoba bermain-main dengan hukum di balik jeruji. BNNK Batang Hari yang turut serta juga fokus memantau potensi peredaran gelap narkoba yang kerap memanfaatkan momentum hari besar.

Mengawal Hari Kemenangan

Hingga penggeledahan berakhir, suasana tetap terkendali. Tidak ada insiden berarti dalam operasi “bersih-bersih” tersebut. Bagi otoritas lapas, menjamin keamanan menjelang Idulfitri adalah harga mati agar proses pembinaan selama Ramadan tidak tercoreng oleh gangguan ketertiban.

Langkah sapu bersih ini diharapkan mampu menutup celah bagi gangguan keamanan, sehingga Idulfitri 2026 di Lapas Muara Bulian dapat dirayakan dengan khidmat—tanpa ancaman senjata tajam maupun bayang-bayang narkotika.

Jurnalis: SABLI

Reporter: admin