Muara Tembesi, Zoomfakta – Mengais rezeki di tengah risiko besar, inilah kisah nyata di balik mafia ilegal drilling Senami. Para pelangsir beroperasi di tengah bayang-bayang ancaman demi mendapatkan sedikit keuntungan. Jum’at siang (17/1/2025).
Seorang pemuda bercerita mengenai hilirisasi minyak mentah dari bumi Senami yang mereka langsir. Sebagian kecil dari keuntungan rezeki di balik aktivitas pemodal ilegal drilling Senami.
Sepeda motor yang dikendarai pelangsir mampu mengangkut 10 galon minyak mentah bumi Senami. Insial (Rk), salah satu dari ribuan pelangsir BBM Senami, mengendarai motornya dengan galon di kiri dan kanan, melangsir minyak dengan menempuh perjalanan sekitar 2 jam hingga ke pinggir jalan raya. “Tuturnya.”
Jalan yang licin, berlubang, terjal, berliku-liku, menanjak dan menurun, serta risiko jatuh bangun dalam perjalanan menjadi tantangan. Mereka harus melewati sekitar 9 pos jaga masyarakat ilegal drilling Senami, dengan biaya kutipan portal sekitar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per portal. Total kutipan berkisar antara Rp 45.000 hingga Rp 90.000 setiap kali melintasi pos tersebut. “Ungkapnya.”
Jumlah pelangsir BBM ilegal drilling Senami di musim hujan mencapai 500 orang untuk satu kali langsir. Pada hari cerah atau cuaca panas, jumlah pelangsir bisa mencapai 1.000 orang untuk satu trip per hari.
Rata-rata seorang pemuda mampu melangsir 2 hingga 3 trip per hari dari sumur ilegal drilling Senami ke pinggir jalan raya, menempuh perjalanan sekitar 2 jam per trip. “Terangnya.”
Personel gabungan dari aparat kepolisian berjumlah 37 orang, anggota Satpol-PP berjumlah 10 orang, serta Dinas Lingkungan Hidup berjumlah 10 orang dan polisi kehutanan berjumlah 5 orang merazia sumur terbakar di ilegal drilling Senami pada Jumat, 17 Januari 2025, dari jam 10.00 WIB pagi hingga jam 17.00 WIB sore.
Sebanyak 50 sumur ditutup di ilegal drilling Senami. Operasi ini dipimpin oleh Waka Polres Batanghari, menutup sebagian kecil sumur terbakar di ilegal drilling Senami dengan personel gabungan dari Polres Batanghari, polisi kehutanan, Satpol-PP, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari, menertibkan sumur-sumur minyak mentah bumi Senami, Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi.
Waka Polres Batanghari Kompol M Ridha S.K.P.M., M.M., menegaskan pentingnya menjaga hutan serta flora dan fauna di kawasan tersebut. Ia menyampaikan komitmen untuk menindak tegas para mafia pemodal ilegal drilling Senami. “Kami berkomitmen untuk menjaga kelestarian hutan serta flora dan fauna yang ada di dalamnya. Tindakan tegas akan kami ambil terhadap para mafia pemodal ilegal drilling yang merusak lingkungan,” ujarnya. (Sabli)














