BATANG HARI – Kabut ketidakpastian kembali menyelimuti nakhoda organisasi para kepala desa di Kabupaten Batanghari. Musyawarah Cabang (Muscab) DPC APDESI Batanghari, yang sudah tiga bulan terkatung-katung, kini memasuki babak baru yang kian getir: sang nakhoda kepanitiaan, Dedi Rosadi, resmi menyatakan mundur, Selasa (31/3/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Drama Muscab APDESI Batanghari: Ketua Panitia Lempar Handuk, Tuding DPD Jambi "Main Mata"

Langkah mundur Dedi bukan sekadar formalitas birokrasi. Ini adalah puncak gunung es dari kekecewaan mendalam terhadap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APDESI Provinsi Jambi yang dianggap “mandul” dalam memberikan kepastian hukum atas hasil pemilihan.

Mundur di Tengah Prahara

Dedi Rosadi, yang juga menjabat Kepala Desa Napal Sisik, mengonfirmasi keputusannya melalui pesan singkat kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPC APDESI Batanghari. Ia bahkan menantang pihak organisasi jika menginginkan pernyataan tertulis di atas meterai.

“Benar, saya menyatakan mengundurkan diri. Jika diperlukan surat resmi, segera saya siapkan,” tegas Dedi saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Secara diplomatis, ia berkilah bahwa tumpukan pekerjaan lain menjadi alasan utama. Namun, saat bicara soal marwah organisasi, nada bicaranya meninggi. Ia tak ragu menunjuk hidung Ketua DPD APDESI Provinsi Jambi sebagai biang keladi kebuntuan ini.

Dugaan Ulur-Ulur Waktu

Dedi mencium aroma ketidaktegasan dalam penetapan hasil pemilihan di Gedung PKK Muara Bulian beberapa waktu lalu. Padahal, menurutnya, mekanisme one man one vote oleh seluruh Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) telah menelurkan nama Iknak sebagai pemenang dengan suara terbanyak.

“Hasilnya sudah jelas, Saudara Iknak peraih suara terbanyak. Pertanyaannya, ada apa dengan Ketua DPD APDESI Provinsi? Mengapa tidak segera mengambil sikap tegas?” cecar Dedi.

Baginya, menunda pengesahan Iknak untuk periode 2026–2031 hanya akan membuang energi. Ia pun menutup pintu rapat-rapat bagi wacana “Muscab jilid tiga”.

“Kita semua sudah lelah. Jangan sampai masyarakat memberikan penilaian buruk terhadap organisasi kita hanya karena urusan internal yang tidak kunjung usai,” pungkasnya dengan nada getir.

Kronologi Krisis APDESI Batanghari:

Peristiwa Status Jadwal Awal Muscab Tertunda 3 bulan tanpa kejelasan. Muscab Gedung PKK Dilaksanakan; Iknak terpilih sebagai peraih suara terbanyak. Sikap DPD Jambi Menggantung hasil pemilihan; tidak ada SK pengesahan. Aksi Ketua Panitia Mengundurkan diri (31 Maret 2026) sebagai protes.

Hingga laporan ini disusun, Ketua DPD APDESI Provinsi Jambi masih bungkam seribu bahasa. Publik—terutama para perangkat desa di Batanghari—kini menunggu: apakah kursi panas DPC APDESI akan segera bertuan, atau justru dibiarkan terus membara tanpa kepastian?

Jurnalis: SABLI

\ Get the latest news /

Reporter: admin