JAMBI, Zoomfakta – BRIPTU M. Khadafi, S.Pd, yang akrab disapa “Dafi,” adalah seorang polisi yang bertugas di Kepolisian Daerah Jambi. Sebagai anak bungsu dari pasangan Bapak Efriyanto dan Ibu Indrawati, Dafi membuktikan bahwa untuk menjadi polisi, seseorang tidak harus berasal dari keluarga kaya. Ayahnya bukan seorang PNS atau pengusaha. Namun, dengan tekad kuat dan dukungan doa dari orang tuanya, ia berhasil mewujudkan cita-citanya. Meskipun banyak yang beranggapan bahwa menjadi polisi membutuhkan biaya besar, Dafi membuktikan bahwa itu tidak benar.

Dafi terinspirasi oleh kakaknya yang berprofesi sebagai anggota TNI. Melihat kakaknya mengenakan seragam militer yang gagah dan penuh wibawa, ia merasa terinspirasi untuk mengabdikan diri dengan cara yang berbeda. Meskipun banyak anggota keluarganya bekerja di dunia militer, ia memilih untuk menjadi polisi, sebuah profesi yang menurutnya juga memiliki tantangan dan kewibawaan tersendiri.

Keinginannya untuk mengikuti jejak keluarga menjadi abdi negara semakin kuat. Dafi menyadari bahwa untuk menjadi polisi yang baik, seseorang harus memiliki fisik yang sehat, kemampuan akademik yang memadai, serta mental yang kuat. Ia ingin menjadi contoh bagi generasi muda bahwa cita-cita bukanlah soal uang atau latar belakang keluarga, melainkan usaha dan doa yang tulus.

Pada tahun 2016, setelah tamat SMK, ia mencoba mengikuti seleksi tes Bintara Polri, namun berakhir dengan kegagalan. Untuk mengisi waktu kosong dan meningkatkan kualitas diri, ia memutuskan untuk melanjutkan kuliah. Selama masa kuliah, ia kerap menerima ledekan dari teman-temannya yang menyebutnya “Cagur” alias Casis Gugur. Meskipun sempat merasa terganggu, Dafi tidak pernah menyerah. Baginya, pendidikan akademis sangat penting untuk menjadi polisi yang baik, karena tugas seorang polisi tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga kemampuan komunikasi dan wawasan yang luas. Dengan tekad yang kuat, akhirnya ia berhasil menyelesaikan pendidikan S1 pada tahun 2020.

Satu tahun berselang, pada tahun 2021, menjadi momen yang sangat penting bagi Dafi. Ketika mengikuti lagi tes Bintara Polri, tantangan fisik dan mental begitu terasa. Ia harus melawan rasa malas dan lelah menghadapi latihan fisik setiap hari. Semua itu dilakukan dengan tekad yang kuat, karena ia tahu bahwa setiap perjuangan pasti akan ada hasilnya jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Dukungan dari orang tua sangat besar peranannya dalam perjalanan mengejar cita-cita. Mereka selalu memberikan nasihat yang bijak dan berharap Dafi bisa menjadi polisi yang amanah, menegakkan aturan, dan membantu banyak orang. Orang tua Dafi selalu mengingatkan agar ia tidak melupakan prinsip kejujuran dan selalu mengutamakan kebaikan dalam setiap langkahnya.

Dafi selalu memegang teguh prinsip “Semua yang ada di dunia ini sudah diatur oleh Allah, 50.000 tahun sebelum langit dan bumi diciptakan.” Ia percaya bahwa jika ia berhasil, itu adalah takdir Allah, dan jika tidak, maka itulah yang terbaik untuknya. Prinsip ini membuatnya selalu berusaha dengan penuh semangat dan tidak pernah putus asa. Baginya, usaha tanpa doa akan sia-sia. Jadi ia selalu berdoa agar segala usaha yang dilakukan dapat membawa hasil yang baik.

Akhirnya, pada tahun 2021, Dafi lulus tes Bintara Polri dan membuktikan bahwa menjadi polisi tidak harus mengeluarkan uang sepeser pun atau melalui sogok, dan momen tersebut sangat mengharukan baginya. Ia merasa semua perjuangan yang dilaluinya, mulai dari lelah dan letih, akhirnya terbayar dengan kebahagiaan yang luar biasa. Dafi percaya bahwa setiap takdir telah ditentukan oleh Allah, dan ia merasa sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan-Nya.

Kini, Dafi bertugas sebagai staf di Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi. Meskipun tergolong baru di satuan kerja ini, ia berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dengan menjalankan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab. Dafi fokus pada pekerjaannya sekarang dan tidak terburu-buru mengejar karir. Ia menjalani tugas ini dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.

Pesan Dafi untuk generasi muda adalah untuk tidak pernah menyerah dan terus berusaha mengejar cita-cita. Baginya, takdir tidak akan tertukar, dan apa yang telah ditentukan untuk kita akan datang pada waktunya. “Selalu berusaha, berdoa, dan jalani hidup dengan penuh semangat. Dengan keyakinan dan doa yang tulus, semua halangan maupun rintangan akan terlewati dalam menggapai cita-cita,” ujarnya.

Sumber berita dilansir dari: Libra Dui Putra https://abutaslimwrriterunique.blogspot.com/2025/01/httpskisahperjuanganmenjadipolisigratis.blogspot.com202501blog-post.html.

Reporter: admin